Di bisnis media, sepak terjang Dahlan Iskan sungguh dahsyat. Di tangannya, Koran Jawa Pos (JP) tumbuh luar biasa. Ketika pertama kali diserahi tanggung jawab memimpin Koran ini pada tahun 1982, rata-rata oplah J yang diserap pasar hanya 6.000 eksemplar per hari, dengan pendapatan iklan yang tidak berarti. Kini keadaan berubah total, oplah JP meroket hingga 433.000 eksemplar per hari. Pendapatan dari iklanpun mengalir deras. Maklumlah, setiap kali terbit, porsi iklannya kini mencapai 30 % hingga 40 % dari total halaman JP. Tidak hanya itu, JP bahkan mampu membentuk sebuah jaringan media yang disebut dengan JPNN (Jawa Pos News Network) yang memayungi lebih dari 80 media cetak dan tersebar di seluruh pelosok provinsi Indonesia, kecuali provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Omzet JP kini lebih dari Rp 1,2 triliun..
Tulisan Terkait :
- Abdul Rahman (Detik.Com)
- Anas Ridwan (Boogie)
- DR. H. Rahmat Shah (Unitwin Indonesia)
- Eddy Sutanto (Daily Bread)
- Fauwaz Fauzan EI M, ST, MT (Sepatu R. Badaso & S. Van Decka)
- H. Akbar Bambang Sarwono (Has Salon Mobil)
- H. Endang (Kue Kering Selera)
- H. Ikrom (Keripik Tempe Abadi)
- H. Reza Malik (Roti Riz-Qy)
- H. Setyotomo (Ahad-Net)
- H. Suganda (Kerupuk SHD)
- Nurhayati Subakat (Shampoo Putri)
- Purdi E. Candra (Lembaga Bimbingan Tes Primagama)
- Puspo Wardoyo (Ayam Bakar Wong Solo)
- Rahmat Sutiono (Taman Bermain Eselsindo)
- Sadi (Soto Ayam Ambengan)
- Soleh Sukarno (Soto Bangkong Semarang)
- Timothy Siddik (Zyrex)
- Yaslinur (Toko Buku Al-Amin)
