Usaha ibu tiga anak ini lambat laun bisa diterima pasar. Sedangkan idenya membuat kosmetik khusus ditujukan untuk komunitas Muslimah baru muncul sepuluh tahun kemudian. Ketika itu sebuah pondok pesantren menyatakan minatnya untuk mendistribusikan kosmetik putri tersebut. Nurhayati beralasan di tengah kebutuhan Muslimah untuk merias diri terselip juga kekhawatiran produk kosmetik yang beredar mengandung unsur yang diharamkan dalam syariah.
Alumnus farmasi ITB Bandung itu kemudian memilih nama Wardah yang berarti bunga mawar sebagai merek kosmetik barunya. Nama ini membawa kesuksesan dalam bisnisnya, dan kemudian lantas merek kedua “Zahra” diluncurkannya. Kali ini produknya dipasarkan dengan sistem Multi Level Marketing (MLM). Dan rencananya masih ada beberapa merek lagi yang akan diluncurkannya, seperti Fadhila, Muntaz dan Kamila.
Sudah tentu Nurhayai tidak perlu lagi menyambangi salon-salon untuk memasarkan produk kosmetiknya karena agen-agennya sudah tersebar di kota-kota di seluruh Indonesia. Dari kedua merek Wardah dan Zahra saja, PTI bisa mengantongi omzet sampai Rp 2 miliar per bulan. Produknya bukan lagi cuma sampo tapi mencakup perawatan kulit, perlengkapan make-up lengkap sampai produk untuk bayi.
Dua pabrik didirikannya di Cibodas dan Jatake, Tangerang dengan kapasitas terpasang dua ribu ton untuk membuat 300 item kosmetik. Karena mengusung label Islami, kelahiran Padang Panjang tahun 1950 ini mempunyai tanggung jawab menjaga kepercayaan ummat. Maka bahan-bahan baku yang sebagian besar masih didatangkan dari luar negeri ditelitinya sendiri, meski sudah mengantongi sertifikat halal. Tampaknya Nurhayati ingin betul-betul menerapkan moto dagangnya, “Suci dan Aman”.
.
Tulisan Terkait :
- Abdul Rahman (Detik.Com)
- Anas Ridwan (Boogie)
- Dahlan Iskan (Koran Jawa Pos)
- DR. H. Rahmat Shah (Unitwin Indonesia)
- Eddy Sutanto (Daily Bread)
- Fauwaz Fauzan EI M, ST, MT (Sepatu R. Badaso & S. Van Decka)
- H. Akbar Bambang Sarwono (Has Salon Mobil)
- H. Endang (Kue Kering Selera)
- H. Ikrom (Keripik Tempe Abadi)
- H. Reza Malik (Roti Riz-Qy)
- H. Setyotomo (Ahad-Net)
- H. Suganda (Kerupuk SHD)
- Purdi E. Candra (Lembaga Bimbingan Tes Primagama)
- Puspo Wardoyo (Ayam Bakar Wong Solo)
- Rahmat Sutiono (Taman Bermain Eselsindo)
- Sadi (Soto Ayam Ambengan)
- Soleh Sukarno (Soto Bangkong Semarang)
- Timothy Siddik (Zyrex)
- Yaslinur (Toko Buku Al-Amin)

blog yang luar biasa. kereen