Pak sadi, yang kini memiliki tujuh rumah makan Soto Ayam Ambengan Pak Sadi (Asli), bisa menjadi contoh wirausahawan yang memulai bisnisnya dari nol. Pak sadi mengawalli usahanya sebagai pemikul angkring soto milik pamannya di Surabaya tahun 1960. datang dari sebuah desa di Lamongan, Jawa Timur, Sadi hanya ingin mengadu nasib di kota nyaris tanpa “bekal”, karena ia hanya mengenyam sekolah sampai kelas 5 SD.Dua tahun memikul angkring keliling kampung di Surabaya, Sadi kemudian memberanikan diri berjualan sendiri dan memulainya dengan berdagang tahu tek-tek seharga Rp 5,- per porsi. Karena kurang laku, Sadi beralih berjualan soto ayam. Dan ternyata dagangan sotonya juga kurang laku, sehingga Sadi muda sempat kembali menekuni tugas sebagai kuli pikul angkring.
Lalu tahun 1971, pada suatu waktu datang tawaran untuk berjualan soto di depan asrama brimob Jl. Ambengan. Dibantu istrinya, dengan menggunakan gerobak yang diparkir di muka sebuah rumah, soto pak Sadi mulai ramai dikunjungi bukan cuma oleh penghuni asrama, tapi juga pegawai kantoran dan pemakai jalan.
Warungnya semula dinamai Soto Ayam cita Rasa, sebelum diubah menjadi Soto Ayam Ambengan. Sampai akhirnya, ia berhasil membeli rumah di jalan yang sama untuk dijadikan warung soto permanen. Sadi kemudian melebarkan sayap usahanya sampai ke Jakarta. Penggemar soto ayam berkuah kuning kental yang diisi soun, irisan telur dan poya (kerupuk udang dan bawang putih yang digiling menjadi bubuk) ternyata melimpah ruah.
Di awal pembukaan rumah makannya di Jakarta, jangan berharap kebagian soto selepas jam 12 siang. Di Surabaya, orang dari luar kota merasa belum sreg dan komplit sebelum mengunjungi Soto Ayam Ambengan Pak Sadi.
.
Tulisan Terkait :
- Abdul Rahman (Detik.Com)
- Anas Ridwan (Boogie)
- Dahlan Iskan (Koran Jawa Pos)
- DR. H. Rahmat Shah (Unitwin Indonesia)
- Eddy Sutanto (Daily Bread)
- Fauwaz Fauzan EI M, ST, MT (Sepatu R. Badaso & S. Van Decka)
- H. Akbar Bambang Sarwono (Has Salon Mobil)
- H. Endang (Kue Kering Selera)
- H. Ikrom (Keripik Tempe Abadi)
- H. Reza Malik (Roti Riz-Qy)
- H. Setyotomo (Ahad-Net)
- H. Suganda (Kerupuk SHD)
- Nurhayati Subakat (Shampoo Putri)
- Purdi E. Candra (Lembaga Bimbingan Tes Primagama)
- Puspo Wardoyo (Ayam Bakar Wong Solo)
- Rahmat Sutiono (Taman Bermain Eselsindo)
- Soleh Sukarno (Soto Bangkong Semarang)
- Timothy Siddik (Zyrex)
- Yaslinur (Toko Buku Al-Amin)

kog bisa sukses gimana caranya?????????…..,,,,,’
Yth Pak Sadi, Mohon info apakah soto bapak sudah di waralaba kan ? Bgm kalo ingin bergabung sbg mitra ?