Anda kenal komputer merek Zyrex? diantara membanjirnya komputer “jangkrik”, nama Zyrex terdengar seperti komputer branded macam IBM, Compaq-Hewllet Packard atau Acer. Tapi siapa sangka kalau Zyrex ternyata lahir dari Pengusaha lokal bernama Timothy Siddik. Sebelumnya, lulusan ilmu komputer dan matematika University of California itu selama tujuh tahun meniti karir di berbagai perusahaan Amerika Serikat. Terakhir, jabatan Vice President Business Development JTC Spacenet disandangnya.Ketika itu berbagai fasilitas dan penghasilan 50 ribu dolar AS per tahun ditingggalkannya demi impian membuka usaha sendiri di tanah air. Timothy memiliki usaha software komputer karena saat itu di tahun 1990-an di bidang Teknologi Informasi (TI) mulai berkembang. Di bawah bendera PT Bhinexcom Interdata yang didirikan dengan modal 10 juta dan tiga karyawan, pria kelahiran Medan Desember 1961 itu juga mengerjakan instalasi jaringan lokal dan jasa konsultasi. Perlahan-lahan, meski order pembuatan perangkat lunak tidak terlalu besar karena banyak perusahaan belum membutuhkan TI, bisnisnya semakin berkembang setelah mendapat kepercayaan sebagai dealer beberapa merek komputer.Namun, justru setelah mendapat kepercayaan sekitar tahun 1995 itulah Timothy menangkap peluang bisnis yang lebih cerah. Ia semakin sadar bahwa konsumen komputer di Indonesia banyak “dikadali”, dan cuma dijadikan tempat sampah. Teknologi dan perangkat keras komputer yang sudah ketinggalan zaman di negeri asalnya baru dimasukkan ke Indonesia dengan harga yang jauh lebih mahal dari harga di negara lain.
Lantas, Timothy mendirikan pabrik perakitan komputer di Taiwan yang industri TI-nya berkembang pesat. Pemilihan lokasi Taiwan bukan latah atau
gengsi-gensian, tapi karena faktor keterampilan tenaga kerja dan harga komponen yang lebih murah sehingga produksi komputer pun bisa lebih efisien. September 1996, pabrik bisa merakit 1000 unit komputer pribadi (PC) dan langsung habis terjual di Indonesia dalam tempo dua bulan. Pasalnya, saat itu Timothy memang menawarkan komputer dengan teknologi yang lebih maju ketimbang komputer yang beredar di pasaran lokal. Zyrex sudah mengusung processor Pentium 1 sementara PC yang ramai dijual di Indonesia masih tipe 486.
Meski praktek yang dilakukan Timothy tidak berbeda dengan yang dilakukan pedagang komputer Mangga Dua yakni sekedar merakit PC dengan sistem multisourcing, namun Timothy menawarkan banyak kelebihan kepada konsumennya. Sejak hari pertama sudah ada bagian customer service yang melayani purna jual dan keluhan konsumen. Disamping itu, Zyrex hanya menggunakan komponen kelas utama di dalam komputernya.
Dalam urusan komponen, Timothy berusaha menembus langsung produsennya, seperti Intel, Seagate, dan Microsoft. Untuk meraih kepercayaan dan hubungan langsung dengan pemain industri komputer kelas dunia itu, Timothy memaparkan bagaimana prospek pasar TI Indonesia yang besar. Pasokan komponen bukan dari tangan kedua itulah yang juga membuat komputer Zyrex unggul dengan teknologi paling mutakhir dan bisa memberikan harga yang lebih kompetitif dibandingkan komputer branded impor maupun komputer jangkrik lokal sekalipun. Ketika processor atau perangkat keras terbaru diluncurkan di negara asalnya, seperti Pentium 4 diperkenalkan di Amerika, Timothy sudah bisa meluncurkan barang yang sama dalam hitungan hari.
.
Tulisan Terkait :
- Abdul Rahman (Detik.Com)
- Anas Ridwan (Boogie)
- Dahlan Iskan (Koran Jawa Pos)
- DR. H. Rahmat Shah (Unitwin Indonesia)
- Eddy Sutanto (Daily Bread)
- Fauwaz Fauzan EI M, ST, MT (Sepatu R. Badaso & S. Van Decka)
- H. Akbar Bambang Sarwono (Has Salon Mobil)
- H. Endang (Kue Kering Selera)
- H. Ikrom (Keripik Tempe Abadi)
- H. Reza Malik (Roti Riz-Qy)
- H. Setyotomo (Ahad-Net)
- H. Suganda (Kerupuk SHD)
- Nurhayati Subakat (Shampoo Putri)
- Purdi E. Candra (Lembaga Bimbingan Tes Primagama)
- Puspo Wardoyo (Ayam Bakar Wong Solo)
- Rahmat Sutiono (Taman Bermain Eselsindo)
- Sadi (Soto Ayam Ambengan)
- Soleh Sukarno (Soto Bangkong Semarang)
- Yaslinur (Toko Buku Al-Amin)

Maaf Pak,
Pak apakah saya boleh bertanya-tanya sedikit tentang usaha bapak yang sukses ini?